ada kabar apa ?

Thursday, December 07, 2006

Thanks Blogger ..

.
..
...

I'm moving to adakabarapa.wordpress.com, c u.

...
..
.


Tuesday, December 05, 2006

Haniyah: Demi Allah, Meski Seluruh Bumi ini Memerangi Kami….

Tak bosan-bosan PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa prinsip perjuangannya untuk membebaskan Palestina dari cengkraman penjajah Zionis Israel, takkan pernah berubah. Termasuk soal hak kembali para pengungsi Palestina yang diusir paksa sejak Zionis Israel menduduki kampung halaman mereka di tahun 1967.


“Hak kembalinya para pengungsi, adalah hak prinsipil yang tidak akan pernah tunduk untuk ditafsirkan atau dikaji lagi,” ujar Haniyah. Ia menandaskan, “Demi Allah bila seluruh isi bumi ini sepakat untuk menekan kami agar mundur dari masalah ini, kami tidak akan pernah mundur memperjuangkan hak kembali para pengungsi, selamanya.”

Ungkapan itu disampaikan Haniyah dalam ceramahnya di hadapan ribuan massa di kamp pengungsian Yarmuk, Selatan Damaskus, Suriah (4/12). Menurut Haniyah, tidak akan ada peta tanah air Palestina yang terlepas. “Tanah Palestina tidak akan terlepas. Benteng pertahanan takkan terebut. Mereka tidak akan mampu mencabut prinsip-prinsip perjuangan kami. Kami tidak akan mengajukan kata mundur dari hak-hak dan prinsip Palestina berapapun penderitaan dan rasa sakit yang harus menjadi tebusannya. Dan seperti apapun perang terbuka yang dilancarkan atas rakyat Palestina,” ujar Haniyah penuh keyakinan.

Hadir dalam pertemuan massal tersebut, sejumlah tokoh pimpinan Hamas dan tokoh pejuang Palestina, serta tokoh rakyat dan pemikir Suriah. Termasuk ribuan penduduk dan warga Palestina yang tinggal di pemukiman pengungsi Yarmuk. Kepada para pengungsi Haniyah mengatakan, “Palestina masih tetap berada dalam hati. Dan akan tetap ada sepanjang zaman. Penjajah tidak akan pernah mampu merubah benderanya. Musuh-musuh tidak akan bisa merusak keindahannya…. Kami katakan kepada kalian: Kami tidak akan melupakan Palestina. Kami tidak akan mundur sejengkalpun dari tanah air Palestina yang diberkahi.”

Haniyah lalu bercerita bagaimana kondisi Palestina sejak Hamas menerima tongkat kepenguasaan negeri itu. “Sejak kami menerima pemerintahan Palestina yang diperoleh lewat pemilu yang bebas dan bersih sesuai dengan prinsip Demokrasi, kami nyatakan di hadapan rakyat kami prinsip dan landasan apa yang akan menjadi perjalanan kita ke depan. Kami katakan, bahwa pemerintah Palestina, pertama, akan berjuang memelihara hak-hak dan masalah prinsip Palestina. Kedua, pemerintah akan tetap memelihara alternatif perlawanan terhadap penjajah Zionis Israel. Ketiga, kami akan memelihara semua proyek perubahan dan perbaikan. Keempat kami akan mulai bersama-sama membangun Palestina. Dan kelima, kami akan melindungi masalah Palestina dalam aspek ke-Araban, keIslaman, kemanusiaan dan kemerdekaan.”

Dari prinsip-prinsip itulah, kata Haniyah, kini pemerintahan Palestina berjalan. “Dalam beberapa bulan lalu kami menghadapi peperangan keras dan sulit hingga dampaknya dialami oleh saudara saudara kalian di Palestina dalam dimensi yang berbeda beda. Pertama, dalam dimensi blokade ekonomi dan keuangan. Kedua, dalam upaya marginalisasi politik terhadap pemerintahan yang terpilih, memutus semua hubungan dan komunikasi dari pemerintah kepada seluruh dunia Arab dan Islam. Ketiga, musuh Zionis terus melancarkan aksi pembunuhan terhadap para pemimpin dan kader perjuangan Hamas, menghancurkan rumah, merampas tanah, merusak kebun dan pepohonan, melakukan pembantaian, menutup perbatasan, membekukan dana milik rakyat dan lainnya.”

Meski demikian, Haniyah menegaskan bahwa tujuan musuh-musuh Zionis Israel tidak akan pernah terwujud. “Amerika pun tidak akan pernah berhasil untuk mewujudkan keinginan mereka dengan melakukan perang keji berbulan-bulan lamanya. Saya tidak akan memegang pena berbulan bulan untuk menandatangani sikap mundur atau mengakui legalitas penjajah Israel di Palestina,” tandas Haniyah. (na-str/pic)

Golkar Berang Keberadaan YZ Masih Misterius

Proses pemecatan Sekretaris Fraksi Partai Golkar dari keanggotannya sebagai anggota DPR Yahya Zaini (YZ) terkait skandal seks dengan penyanyi dangdut berinisial ME kabarnya sudah dibuat dan tinggal ditandangani. Tapi, yang bersangkutan keberadaannya masih misterius.

Bahkan sesampai di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Jakarta sepulang dari Australia, Sabtu (2/12), anggota dewan yang serombongan dengan YZ pun tidak mengetahui YZ pergi ke mana setelah mendarat di Soekarno-Hatta itu. Tim Khusus Penyidik Golkar juga belum bisa menghubungi.

Padahal anggota tim Syamsul Mu’arif yang juga Ketua DPP Partai Golkar kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/12), menjelaskan, Senin malam kemarin itu tim akan mengagendakan pembahasan video mesum Yahya Zaini dengan artis dangdut itu.

YZ pun kabarnya sudah siap mengundurkan diri, namun mantan Ketua Umum PB HMI itu sampai saat ini tidak bisa dihubungi. Terakhir isterinya YZ disebut-sebut meminta agar ME mengaku isteri keduanya.

Seperti diketahui, pada Kamis lalu itu, ME sempat bertemu seorang petinggi DPP AMPI untuk membicarakan kasusnya itu. Pertemuan diadakan mendadak, tapi bukan karena kasus itu, tapi juga sudah menjadi masalah partai karena YZ sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dan Sekretaris Fraksi F-PG DPR.

“Partai Golkar sebagai partai besar yang berjaya dari tahun ke tahun bisa hancur gara-gara ulah YZ dan ME,” imbuhnya. (dina)

Peringatan 18 Tahun Syahidnya Abdullah Azzam: Teroriskah Simbol Jihad Afghanistan itu?

24 November, 18 tahun Islam. Seorang tokoh pejuang Islam menghadap Allah swt dengan begitu indahnya. Syaikh Abdullah Azzam, siapa yang tidak pernah mendengar nama itu? Hampir setiap Muslim yang memperhatikan kondisi dunia Islam di tahun 80-an pasti mengenal nama dan sosok Abdullah Azzam dengan baik.

Dia adalah simbol jihad Afganistan saat mengusir pasukan beruang merah Rusia. Dan kini, hampir 18 tahun berlalu, namanya masih lekat dikenang dalam hati para pejuang Islam di dunia. Meski, label gembong teroris juga dikaitkan dengan namanya, namun siapapun yang mengetahui kondisi perjuangan jihad Afganistan ketika itu, tak pernah terbetik sedikitpun bahwa Abdullah Azzam adalah seorang teroris. Bahkan sebaliknya, ia adalah pejuang sejati yang begitu tinggi kasih sayangnya kepada kaum Muslimin.

Beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh mengingatkan tentang peringatan syahidnya tokoh jihad Afganistan itu. Salah seorang muridnya yang kini tinggal di Mesir, bercerita tentang Abdullah Azzam, saat beliau sedang melakukan perkemahan. Pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. “Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa,” ujar komandan lapangan.

Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah yang saya mampu”,

Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.

Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan “ Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda”, lalu Abdullah Azzam menjawab “inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan“

Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, bahwa perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam.

Komitmen Kuat Berjihad

Abdullah Azzam dilahirkan di sebuah kampung di Utara Palestina yang dikenal sebagai Selat al-Harithia di daerah Genine pada tahun 1941. Ayahnya bernama Mustaffa yang meninggal dunia setahun selepas pembunuhan anaknya. Ibunya bernama Zakia Saleh yang meninggal dunia setahun sebelum Sheikh Abdullah Azzam dibunuh.

Abdullah Azzam berasal dari keluarga yang baik latar-belakang keagamaannya. Keluarganya gembira mempunyai anak lelaki, Abdullah Yusuf Azzam, yang sudah terlihat istimewa di kalangan kanak-kanak lain dan telah aktif berdakwah pada usia yang muda. Rekan-rekannya mengenali Azzam sebagai seorang yang wara dan sangat hati hati dengan dosa. Ia menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan pada usia muda. Guru-gurunya melihat keistimewaan ini sejak Azzam masih duduk di bangku sekolah. Abdullah Azzam masuk dalam organisasi al-Ikhwan-ul-Muslimin sebelum mencapai usia baligh.

Sheikh Abdullah Azzam telah dikenal karena ketabahan dan sifatnya yang sungguh sungguh sejak kecil. Ia menerima pendidikan awal peringkat sekolah dasar dan menengah di kampung sebelum meneruskan pendidikan di College Pertanian Khadorri sampai tingkat Diploma. Walau merupakan pelajar termuda di kalangan teman-temannya, Abdullah Azzam adalah murid yang paling cerdas. Setelah menamatkan pendidikan di College Khadorri ia bekerja sebagai seorang guru di sebuah kampung bernama Adder di Selatan Jordan. Kemudian beliau meneruskan pendidikan di college Shariah di universitas Damaskus sehingga memperoleh Ijazah B.A. dalam Shariah pada 1966. Setelah pihak Yahudi mendudduki Tepi Barat pada tahun 1967, Abdullah Azzam muda hijrah ke Jordan, karena ia tidak mau tinggal di bawah penjajahan Yahudi di Palestina. Pengalaman melihat tank-tank Israel bergerak masuk ke Tepi Barat tanpa ada hambatan meningkatkan tekadnya untuk hijrah dan belajar mendapatkan kemampuan untuk perang.

Tahun 1960-an ia ikut dalam Jihad menentang penjajahan Israel di Palestina dari Jordan. Ketika itu juga ia menerima Ijazah Master di dalam bidang Shariah dari Unversitas al-Azhar. Pada tahun 1970 sesudah Jihad terhenti karena kekuatan PLO dipaksa keluar dari Jordan, Abdullah Azzam menjadi seorang pensyarah di universitas Jordanian di Amman. Pada tahun 1971 ia dianugerahkan biasiswa ke Universitas al-Azhar di Kairo sampai ia memperoleh Ijazah doktor di dalam bidang Ushul al-Fiqh pada 1973. Ketika di Mesir itulah, ia telah berkenalan dengan keluarga Sayid Quthb, keluarga tokoh perjuangan Islam di Mesir.

Pada tahun 1979 ia meniggalkan universitas berpindah ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad Afghanistan. Di sana ia berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Jihad. Awal kedatangannya di Pakistan, ia dilantik sebagai pensyarah di universitas Islam internasional di Islamabad. Setelah beberapa waktu lamanya, kemudian beliau mengambil keputusan untuk berhenti dari tugas universitas untuk memfokuskan seluruh waktu dan tenaganya kepada Jihad di Afghanistan.

Abdullah Azzam sangat banyak dipengaruhi oleh Jihad di Afghanistan dan Jihad di Afghanistan juga sangat banyak dipengaruhi Abdullah Azzam sejak beliau memfokuskan seluruh waktunya untuk Jihad. Ia menjadi seorang yang disegani di arena Jihad Afghanistan. Ia menumpahkan seluruh daya usaha untuk menyebarkan dan mengenalkan Jihad di Afghanistan ke seluruh dunia. Ia mengubah pandangan umat Islam tentang Jihad di Afghanistan dan menyadarkan bahwa Jihad adalah tuntutan Islam yang menjadi tanggung jawab semua umat Islam di seluruh dunia. Berkat hasil usahanya, Jihad Afghan menjadi Jihad universal yang diikuti oleh umat Islam dari berbagai pelosok dunia.

Abdullah Azzam bahkan menjadi idola generasi muda yang menyahut seruan Jihad. Pernah ia berkata, "Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun di Jihad Afghan, satu setengah tahun di Jihad Palestina dan tahun-tahun yang selebihnya tidak bernilai apa-apa."

Ia juga melatih keluarganya dengan pemahaman dan semangat yang sama. Isterinya terlibat dengan kegiatan penjagaan anak-anak yatim di Afganistán. Ia sendiri menolak tawaran pekerjaan sebagai pensyarah dari beberapa buah universitas sambil berikrar bahwa ia tidak akan meninggalkan Jihad sehingga gugur syahid. Ia juga selalu mengatakan bahwa tujuan utama dan cita-citanya adalah untuk membebaskan Palestina.

Terbunuh Saat Hendak Sholat Jumat

Tentu saja komitmen yang begitu tinggi pada Islam menimbulkan keresahan di kalangan musuh-musuh Islam. Mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Pada tahun 1989, sebuah bom diletakkan di bawah mimbar yang ia gunakan untuk menyampaikan khutbah Jumat. Bahan letupan itu sangat berbahaya dan ledakannya akan memusnahkan masjid tersebut bersama dengan semua benda dan jamaah di dalamnya. Tetapi dengan perlindungan Allah, bom tersebut tidak meledak dan ratusan orang Islam selamat.

Musuh-musuh Islam terus berupaya membunuh Abdullah Azzam. Pada hari Jum’at, 24 November 1989 di Peshawar, Pakistan, mereka telah menanam tiga buah bom di jalan yang sempit. Abdullah Azzam memarkirkan mobilnya di posisi bom pertama dan kemudian berjalan ke masjid untuk shalat Jum’at. Bom pun meledak dan Abdullah Azzam gugur bersama dengan dua orang anak lelakinya, Muhammad dan Ibrahim, beserta dengan anak lelaki al-marhum Sheikh Tamim Adnani (pejuang di Afghan).

Ledakan bom seberat 20kg TNT dilakukan dengan alat kontrol jarak jauh. Setelah ledakan kuat itu itu orang-orang keluar dari masjid dan melihat keadaan yang mengerikan. Hanya bahagian kecil dari mobil tersebut yang kelihatan. Anak Abdullah Azzam, Ibrahim, terpental 100 meter; begitu juga dengan dua orang anak-anak lagi. Serpihan mayat mereka bertaburan di atas kabel-kabel listrik.

Tubuh Abdullah Azzam ditemukan bersandar pada sebuah tembok, dalam keadaan sempurna dan tiada luka atau cedera kecuali sedikit darah yang mengalir dari bibirnya. Seperti itulah akhir kehidupan seorang Mujahid di dunia ini dan insya-Allah kehidupannya akan terus berlanjut di sisi Allah swt.Abdullah Azzam dikebumikan di Tanah Perkuburan Shuhada Pabi di mana beliau menyertai ribuan para syuhada. (na-str/ikhol)

Friday, December 01, 2006

Belajar dari Ekperimen Roket Al Qassam



Lummi Khathir

Penampilan perdananya sempat mengundang ejekan dari kelompok yang tidak melihat jauh ke depan. Ada yang menyebutnya petasan dan mainan api. Setelah perjalanan panjangnya yang melelahkan, percobaan dan perbaikan dengan bekal tekad baja dari pada komandan perlawanan Brigade Al Qassam untuk mengimbangi kekuatan Israel… setelah semua itu, kini roket Al Qassam menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah kepahlawanan Palestina. Roket Al Qassam mampu memaksa Israel untuk pertama kalnya untuk menerima gencatan senjata bersyarat. Padahal sebelumnya Israel selalu menolak karena mereka mampu membunuh dan menghancurkan tanpa perlawanan dari Palestina dan dengan tanpa harga mahal.

Harga mahal yang dimaksud adalah roket-roket Al Qassam yang mampu memberikan efek meteri dan psikologis di pihak Israel. Artinya Israel akan membayar mahal bila tetap terus menolak gencatan senjata.

Roket Al Qossam mampu menimbulkan ketakutan pada jiwa pemukim Yahudi siang malam. Roket Al Qassam mampu menegaskan kepada masyarakat Israel bahwa semua kekuatan militer Israel sudah tidak mampu menghadang satupun roket ini atau tidak bisa memastikan dimana ia jatuh. Israel sudah yakin akan ancaman besar roket Al Qassam ke depan.

Padahal keamanan internal dan stabilitas psikologi masyarakat adalah dua pilar proyek masyarakat Israel. Tidak ada arti ikatab zionis dengan tanah Palestina yang dirampas atau aktifitas ekspansi wilayah jajahan jika tidak berhasil memberikan rasa aman di internal.

Karenanya, kita tidak berlebihan jika kita katakan bahwa roket-roket Al Qassam telah mencatat keberhasilan hakiki di lapangan dan melampaui operasi-operasi yang digelar oleh Israel untuk menghabisi serangan roket ini atau meminimalisir efeknya.

Karena, kita mesti belajar dari eksperimen perlawanan nana gung dan unik ini untuk lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan proyek perlawanan dan mewujudkan capaian-capaian berarti bagi rakyat dan bagaimana seharusnya bersikap dengan penjajah Israel.

1. Tak ada sesuatupun yang bisa menghalangi antara perlawanan dengan tujuan yang ingin dicapainya selama masih ada kemauan baja, tekad sungguh-sungguh, obsesi meyakinkan. Dan selama kepemimpinan perlawanan masih berhak menjadi komandan perang menghadapi cobaan penjajah.

2. Pentingnya masa jeda gencatan senjata dalam pergulatan panjang melawan penjajah Israel. Hal ini dilakukan untuk mengambil nafas dan mengatur barisan, mengevaluasi dan mengembangkan sarana-sarananya. Yang penting masa jeda itu tidak berangkat dari logika ketidakberdayaan atau mengalah di hadapan dikte Israel.

Sebab gencatan senjata terakhir berbeda dengan pendahulunya. Kali ini dilakukan karena kegagalan operasi Israel di Jalur Gaza dalam mencapai targetnya yaitu menghentikan serangan roket-roket Al Qassam dan memberikan rasa aman kepada warga Israel.

3. Pentingnya melarang Israel yang ingin mengeluarkan Jalur Gaza dari wilayah konflik dan hanya mensyaratkan gencatan senjata di sekitar wilayah ini.

4. Pentingnya level politik dan suara resmi Palestina bersatu dengan nafas perlawanan dan membelanya. (atb)

Pertukaran Tahan Dibahas, Israel Cokok 45 Palestina di Tepi Barat



Betlehem – Bukan Israel kalau bukan licik. Bukan Israel kalau bukan melanggar. Saat proses pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina sedang dibahas dan pada saat masa tenang dilakukan, Israel menangkap 45 orang Palestina sejak malam kemarin hingga pagi ini Kamis (30/11) di Tepi Barat.

Jumlah korban penangkapan ini tersebar di beberapa wilayah kota dan desa Tepi Barat. Operasi penangkapan ini dilakukan pada saat pembicaraan pertukaran tahanan dilakukan dengan mediasi Mesir.

Berdasarkan jubir militer Israel, lebih dari 19 warga dari Betlehem dan sekitarnya. Mereka berasal dari sejumlah faksi perlawanan Palestina. Empat orang lainnya yang ditangkap berasal dari Nablus, delapan dari Ramallah, tiga orang dari Hebron.

Aksi Israel ini sempat mendapatkan serangan balik dari warga Palestina di Nalus, Berzeit Ramallah tengah meski tanpa menimbulkan korban.

Serdadu Israel juga menangkap lima orang Palestina dalam aksi penggeledahan di Nablus dan kamp pengungsi Balatah. Dua orang pemuda ditangkap saat memasuki kamp Balatah dengan alasan keduanya melempari Israel dengan batu. Empat orang pelajar di Baldah Qararah juga ditangkap Israel. (atb)

AS Siapkan "Pasukan, Uang dan Diplomasi" untuk Irak

Sebuah memo rahasia beredar di tengah-tengah pertemuan Presiden AS, George W. Bush dan PM Irak Nuri al-Maliki di Amman, Yordania, Kamis (30/11). Memo rahasia itu berisi garis besar hal-hal yang akan dilakukan AS di Irak. Selain ingin mengatasi kekerasan di Irak, memo itu mengungkap tiga hal "tambahan" yang akan dilakukan AS yaitu "pasukan, uang dan diplomasi"

Memo tersebut bertanggal 8 November, itu artinya memo itu sudah disiapkan jauh sebelum jadwal pertemuan Bush dan Maliki. Adalah surat kabar The New York Times yang mendapatkan memo rahasia tersebut dari penasehat keamanan nasional AS Stephen Hadley dan dari pembicaraan dengan penasehat-penasehat presiden Bush lainnya.

Terkait dengan masalah pasukan, AS berencana akan menambah pasukannya ke Irak. Sejumlah penasehat di Iraq Study Group yang diketuai oleh manteri luar negeri, James Baker menyebut pengiriman ribuan pasukan tambahan AS ke Irak dianggap penting dengan harapan bisa memulihkan keamanan di negeri 1001 malam itu,

Sementara Hadley merujuk pada apa yang disebutnya "gap empat brigade" dalam kekuatan pertempuran di Baghdad terkiat dengan keyakinan sejumlah pejabat AS bahwa Baghdad sedikitnya membutuhkan 13 ribu tentara tambahan, karena tentara lokal tidak bisa diandalkan untuk tugas tempur itu.

Hadley menulis,"Kita mungkin juga harus mengisi kekurangan itu... dengan pasukan koalisi jika pasukan Irak tidak bisa melakukannya."

Penambahan pasukan AS ke Irak, tidak lepas dari sikap Maliki yang kerap mengeluhkan sulitnya mengontrol gerak pasukan di lapangan, terutama dalam menghadapi kelompok-kelompok pejuang Irak, utamanya para pejuang pimpinan Moqtada al-Sadr.

Kebijakan pengiriman pasukan itu secara politik disadari oleh AS akan menimbulkan protes di dalam negeri, karena publik AS sejauh ini sudah marah dengan perang pemerintahnya di Irak.

Memo tersebut menyatakan bahwa AS akan membantu Maliki dengan mendorong Arab Saudi untuk melakukan pendekatan pada para pejuang Sunni agar menghentikan kekerasan.

Terkait masalah uang, meski dana yang disediakan AS untuk membangun kembali Irak sudah hampir habis, sejumlah penasehat di Iraq Studi Group dan para analis luar seperti Anthony Cordsman dari Center for Strategic and International Studies di Washington mendesak AS untuk memberikn paket bantuan yang besar untuk membujuk pemimpin Irak dari faksi-faksi yang bertikai agar mau bernegosiasi.

Tetapi dalam memo Hadley, penambahan dana yang disediakan untuk Maliki tidak merujuk pada program-program bantuan. Tapi akan digunakan sebagai dukungan pada Maliki dan memisahkannya dari para pemimpin lain di Irak yang oleh AS disebut sebagai pemimpin-pemimpin yang moderat dari basis kekuatan Syiah.

Dalam memo itu disebutkan pula, jika Maliki tidak mampu mengambil langkah seperti yang diminta AS, maka AS akan menggunakan uang dan prestise-nya untuk beralih membuka jalan bersama kelompok non sektarian. Dengan langkah itu, AS berharap bisa menjauhkan Maliki dari partainya sendiri, Partai Dawa yang oleh AS disebut memiliki hubungan dekat dengan Iran dan partai-partai Syiah lainnya di Irak.

Isi memo tersebut memang berbeda dengan pernyataan Maliki dalam keterangan pers bersama Bush usai pertemuan di Amman kemarin. Menurut Maliki, pasukan Irak akan mengambil alih kontrol keamanan di Irak dari pasukan AS pada Juni 2007.

Sementara Bush mengatakan ia akan mempertahankan pasukannya di Irak sampai "pekerjaan selesai." Bush juga memuji Maliki sebagai pemimpin yang kuat dan AS berkepentingan mendukung Maliki demi terciptanya perdamaian.

Dalam pertemuan itu, juga disepakati bahwa Irak tidak akan dipecah menjadi beberapa zona dengan alasan hal itu hanya akan memicu makin tajamnya kekerasan sektarian. (ln/CSC/Aljz)

Wednesday, November 29, 2006

Wanita dan Anak-anak, Korban Keganasan Israel



COMES: Pusat HAM Palestina mengungkapkan kekhwatirannya atas eskalasi kekerasan Zionis Israel terhadap kaum wanita dan anak-anak Palestina. Sejak awal tahun 2006 hingga sekarang, sudah 33 wanita dan 116 anak Palestina yang gugur.

Pusat HAM Palestina mengatakan dalam laporannya, “Wanita-wanita Palestina mengalami ancaman setiap hari dari Zionis Israel. Baik karena dibunuh atau karena anak-anak dan suami mereka yang dibunuh, atau karena penghancuran dan perataan rumah-rumah hingga pengusiran mereka. Mereka juga mengalami ancaman penculikan dan pelecehan di perlintasan-perlintasan militer. Banyak di antara mereka yang melahirkan anak-anak mereka di perlintasan militer karena dihambat Israel untuk sampai ke rumah sakit. Praktek-praktek Israel semacam ini juga berakibat gugurnya sejumah wanita Palestina di perlintasan militer.”

“Wilayah Palestina mengalami ekslasi kejahatan dan kekerasan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel sejak awal tahun ini hingga sekarang. Sehingga jumlah wanita yang terbunuh sejak awal tahun mencapai 33 jiwa sementara anak-anak mencapai 116 jiwa, sebagian besarnya terjadi di Jalur Gaza,” imbuhnya.

Disebutkan bahwa pembantaian yang dilakukan militer Zionis Israel di Beit Hanun, wilayah utara Jalur Gaza, 08/11, ketika serangan artileri Israel menghantam sejumlah rumah warga Palestina, merupakan fenomena pembantaiau paling biadab hingga menewaskan 20 orang wanita, 10 anak-anak dan 7 orangw anita.

Ditegaskan bahwa kehidupan wanita Palestina sangat banyak terpengaruh oleh siasat pengepungan dan penutupan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel terhadap warga Palestina secara keseluruhan, yang mengalami eskalasi selama akhir-akhir ini. Dijelaskan bahwa penerapan embargo ekonomi terhadap bangsa Palestina telah berpengaruh terhadap kehidupan kaum wanita Palestina karena keberadaannya yang lemah dan sangat berdampat pada kondisi kehidupan mereka. Di mana kondisi kehidupan dan ekonomi keluarga berambah buruk akibat pemutusan bantuan dana internasional kepada bangsa Palestina sejak pemerintahan sekarang ini berkuasa.

Pusat HAM Palestina kembali mencemaskan akibat terus berlanjutnya penderitaan kaum wanita Palestina akibat praktek-praktek kekerasan yang dilakukan penjajah Zionis Israel. Pihaknya menyerukan masyarakat internasional untuk turun tangan secepatnya untuk menghentikan pelanggaran Israel ini yang telah meninggalkan dampak buruk bagi bangsa Palestina secara umum dan kaum wanita dan anak-anak secara khurus. (seto)

Cara Menyelamatkan Al-Aqsha (Part II)



COMES-Seluruh ummat Islam baik yang berada di Barat maupun di Timurnya mencari cara bagaimana menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan Palestina dari cengkraman musuh Allah Yahudi laknatullah.

Untuk merealisasikan cita-cita ini perlu perubahan mendasar dari kita masing-masing.

Pertama, dengan membebaskan peribadahan kita dari sesembahan selain Allah, dari berbagai macam bentuk kesyirikan menuju peribadahan kepada Allah yang satu. Perlu perubahan secara mendasar dengan membentuk pribadi muslim yang berakidah, menempatkan Allah sebagai satu-satunya yang harus diibadahi dalam dirinya dan membentuk yang lainya agar hanya kepada Allah lah semua beribadah.

Dengan dasar ini akan terbentuklah suatu generasi yang akan mendapatkan kemenangan atas yahudi yang bercokol di Baitul Maqdis. Dengan akidah inilah semua akan membantu kaum muslimin, hingga batu dan kayu pun memanggil kepada pasukan Allah, “Wahai muslim, wahai Hamba Allah si yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemarilah !! bunuhlah ia !!

Jenis pendidikan yang konfrehensif seimbang berdasarkan aqidah yang bersih dari syirik, khurafat, bid’ah dan takhayul. Aqidah yang sesuai dengan al-Qur’an al-Sunnah al-Sahihah. Bersih dalam segala hal, menyangkut aqidah, ibadah, wala, bara, syari’ah dan hukum, tanpa membeda-bedakan atau melupakan satu sama lainya.

Kedua, mencari format persatuan ummat Islam berdasarkan satu kata yaitu berdasarkan Kitabullah dan sunnah Rasulallah, memegang keduanya tanpa bercerai berai (…berpegang teguhlah kalian terhadap tali Allah dan janganlah bercerai-berai…)

Dengan demikian, tidak akan mungkin tercipta persatuan melalui semangat nasionalisme arab. Karena semangat nasionalisme terhalang jurang yang dalam. Nasionalisme adalah suatu dakwah tanpa penerang ataupun jaminan pertolongan.

Pada saat yang sama Islam telah memberikan cara yang jitu mempersatukan masyarakat yang berlainan tempat dan jenisnya. Disatukan dalam satu kancah peleburan,. Akhlak dan sifatnya dididik menciptakan peradaban baru yang menyatukan antara timur dan barat.

Rasa kebersamaan dan persatuan mereka melebihi apa yang dirasakan anak-anak negeri manapun. Islam telah mengikat mereka dengan ikatan yang kokoh. Sebagaimana fiman Allah Ta’ala, “sesungguhnya orang-orang beriman adalah saudara”. Dan firmaNya, “Sesungguhnya ummat kalian adalah ummat yang satu, Aku lah tuhan kalian, maka beribadahlah padaku”.

Demikian juga hadits Rasulillah SAW. “Sesungguhnya keluarga bapak si pulan bukanlah wali-waliku. Sesunguhnya waliku adalah Allah dan orang-orang sholeh diantara kaum muslimin. Hanya saja mereka punya ikatan rahim (kekeluargaan).

Ikatan antara anak dan bapak digambarkan dalam al-Qur’an seperti ikatan antara Nuh Alaihi Salam dan anaknya Kan’an. Ketika ikatan iman tidak ada dalam diri Kan’an, maka hilanglah ikatan keluarga. Firman Allah, “Sesungguhnya ia (Kan’an) bukan kaluargamu, karena ia beramal tidak shalih”

Demikian juga dengan Ibrahim Alaihi Salam dan bapaknya Azar. Ketika ikatan aqidah tidak ada, maka Al-Qur’an menggambarkanya dengan musuh Allah. FirmanNya, “Ketika telah jelas kepadanya bahwa ia (Azar) adalah musuh Allah, Ibrahim kemudian berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibarhim adalah hamba yang banyak berdo’a dan lemah lembut”.

Seperti halnya Abu Lahab, pamanya Nabi Muhammad SAW. Dia termasuk golongan yang celaka, karena kekufuranya.

Namun Bilal seorang Habsyi, Syuhaib bangsa Rum dan Salman al-Farisi bahkan disebut oleh Rasulallah sebagai keluarga Nabi. Mereka adalah anak bangsa terbaik ummat ini.

Demikianlah Islam menjadikan bangsa Arab, farsi (Iran), Kurdi, Turki, Barbar, India, China, Kirkuk dan yang lainya sebagai ummat yang satu, yang mempunyai satu sejarah, satu peradaban, satu hari raya dan satu bahasa agama. Sejarah telah membuktikan, para raja yang mendiami wilayah Syam dan Baitul Maqdis, pada asalnya bukan dari bangsa Arab, tetapi dari bangsa Tartar. Namun mereka berperang dengan semangat Islam dan berjuang dengan ruh Islam. Demikian juga dengan Shalahuddin al-Ayubi, seorang bangsa Kurdi, namun kearabanya terpelihara dan terjaga ketika ia menyerang tentara Salib. Islam yang ada pada dadanya yang telah mengalahkan kaum salibis…

Kini saatnya bagi kita untuk membuang jauh-jauh sikap kesukuan, nasionalisme, soialisme, ateisme dan sekulerisme yang berbendera kegagalan dan perpecahan ummat.

Marilah kita jadikan bendera Al-Islam yang mengajak kepada penyatuan usaha dan jihad di jalan Allah ( Sessungguhnya bagi Allahlah yang mewaritskan barang siapa yang ia kehendaki, dan akibat yang baik bagi orang-orang bertakwa) sebagai bendera kita, semangat perjuangan kita.

Ketiga, malam ini tidak sama dengan kemarin. Ketika kaum muslimin mendapatkan musibah pada pertengahan abad kelima hijrah, sebelum penaklukan Baitul Maqdis oleh gerakan Batiniyah Zainal Abidin, golongan Hasyasyin, Nashiriyin dan All-Druwej.

Saat ini kita sedang diuji oleh gerakan-gerakan sebelumnya belum ada, seperti Qadyaniyah dan Bahaiyah. Jika kedua pemimpin besar ummat Islam Nuruddin Zanki dan Shalhuddin al-Ayubi telah sepakat atas bahayanya Negara Ibadiyiin terhadap kesatuan ummat Islam. Maka hari ini, kitapun harus waspada dan menghadang dengan segala kemampuan terhadap kedua gerakan tadi, (Qadyani dan Bahai) dalam rangka persatuan ummat. Karena mereka ini seperti duri dalam daging.

Keempat, satu-satunya cara untuk memerangi yahudi adalah mengusir mereka dari Baitul Maqdis dengan dasar Sabilillah (perang di jalan Allah).

Gambaran jihad yang agung dan bentuk mati syahid yang paling indah adalah apa yang dilakukan para pemuda Palestina di medan jihad dengan operasi mati syahidnya yang menggentarkan bangsa monyet dan babi (Israel) itu. Operasi itu telah menciutkan hati-hati mereka seperti takutnya bangsa babi.

Ketika operasi jihad ini bisa menjawab keberadaan etnis manusia, dengan cara meledakan dirinya, dikarenakan ketatnya penjagaan dari pihak Israel. Apakah dengan membungkus badan dengan bahan peledak atau dengan menyerang tangsi militer lewat kendaraan yang penuh bahan peledak atau dengan menjatuhkannya lewat pesawat. Maka jumhur ulama saat ini, sepakat atas bolehnya dan disyariatkanya perlawanan seperti ini, dengan dasar keumuman nash-nash baik di dalam Al-Qur’an maupun Al-Sunnah yang menganjurkan untuk memerangi kaum kafirin, sebagai konsekwensi perbuatan mereka memusuhi Allah dan dalam rangka melindungi agama Islam ini. Sebagaimana firman Allah SAW. diantaranya, “perangilah mereka (Kafir) hingga tidak ada lagi fitnah dan agar agama semuanya milik Allah”. Hadits Nabi diantaranya, ada tiga orang yang dicintai Allah, diantaranya seseorang yang menemui musuhnya dalam satu barisan dan ia menggadaikan lehernya hingga terbunuh atau dia mendapatkan kemenangan bagi sahabat-sahabatnya.

Sabda NAbi lagi, sebaik-baik kehidupan manusia adalah, seseorang yang memegang kendali kudanya di jalan Allah, lalau dengan cepat ia lari ketika mendengar suara panggilan, ia menyerbu ke medan perang dengan mengharap perang dan kematian yang dicita-citakanya.

Demikian juga dengan kisah Ashabil Uhdud, ketika ia mengorbankan dirinya untuk dibunuh oleh sang raja dengan syarat, raja tersebut beriman dulu pada Allah dengan mengucap bismilllah ketika memanahnya.

Jika para ahli Ilmu generasi awal sudah berpendapat disyariatkanya menyerang musuh dan menceburkan diri mereka dalam barisanya, walau diyakini hal itu akan membinasakanya, karena sedikitnya persiapan atau minimnya peralatan, maka hal tersebut dibolehkan dengan tujuan mengalahkan musuh dan menghancurkan kepongahannya.

Sama halnya dengan situasi sekarang, bila tujuanya sama maka hal tersebut diperbolahkan bahkan dianjurkan.

Imam Muhammad bin Al-Hasan Al-Syaibani, muridnya Imam Abu Hanifah mengatakan, kalaupun seorang muslim menghadapi 1000 orang musyrik, itupun diperbolehkan, jika ia meniatkan untuk mencapai kemenangan dan menghancurkan musuh atau dalam rangka menakut-nakuti musuh atau memperlihatkan izzah kaum muslimin.

Demikian juga kalau niatnya untuk memberikan manfaat bagi kaum muslimin dalam rangka meningkatkan Izzah agama Islam dan menghinakan kaum kafirin, maka hal tersebut dipuji oleh Allah sebagai amalan yang mulia. FirmanNya, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mu’min, diri mereka dan harta mereka dengan surga.

Hal senada diungkapkan Abu Bakar Al-Maliki, tentang bolehnya menyerang musuh yang berada di dalam laskar, jika tidak ada kesempatan untuk mengalahkan mereka, maka hal itu dianjurkan dengan beberapa syarat berikut ini, menginginkan mati syahid, adanya upaya balasan dari kejahatan musuh, adanya keberanian dan lemahnya kondisi kaum muslimin, dimana mereka menganggap bahwa aksi ini adalah satu-satunya cara untuk membalas atau mengalahkan mereka. Dalilnya adalah apa yang dilakukan Salamah bin Al-Akwa’, Ahzam al-Asadi dan Abi Qatadah, yang diriwayatkan oleh Uyainah bin Hashan yang menyatakan bahwa Rasulallah SAW. memuji tindakan yang dilakukan ketiga sahabat tadi. Beliau bersabda, sebaik-baik lelaki kalian adalah Salamah.

Imam Al-Nuhas mengatakan, hadits di atas sahih dan menunjukan disyariatkanya melemparkan seseorang (sendirian) kepada musuh yang banyak walau menurut kayakinan kuat ia akan terbunuh, jika niatnya dalam rangka mencapai mati syahid, sebagaimana dilakukan oleh Ahzam al-Asadi.

Demikian pula dengan tindakan yang dilakukan Baro bin Malik pada perang Yamamah. Ketika ia diikatkan pada alat pengungkit dan dilemparkan ke dalam barisan musuh untuk membuka pintu pertahanan mereka. Dan ternyata tidak ada satupun diantara para sahabat yang memprotes tindakan tersebut.

Selain itu, kisah Anas Bin Nadhar yang menyerbu sendirian pada barisan musuh sambil berkata, aku mencium baunya surga pada perang Uhud, hingga ia syahid.

Sulthan para ulama, Al-Izz bin Abdi Salam mengatakan, meningkatkan izzah diri pribadi hanya boleh dilakukan jika ada keperluan untuk meningkatkan Izzaah Agama Islam dengan menghancurkan kaum musyrikin.

Imam Nawawi pernah berkata, telah terjadi kesepakatan para ulama dalam masalah izzah ini jika dalam kontek Jihad fi sabilillah.

Selama para tentara di Negara-negara muslim pada jinak, tidak mau bergerak ditengah arogansi yahudi dan pembantaian mereka terhadap kaum muslimin. Atau kondisi mereka yang dikendalikan oleh kaum munafiqin durjana, maka tidak ada jalan lain untuk menggetarkan musuh Israel ini kecuali dengan operasi mati syahid, maka tentu hal ini dianjurkan.

Adapun perundingan-perundingan damai yang sering dilakukan, justru akan menambah arogansi dan permusuhan Israel kaum muslimin. Perundingan tidak akan membawa manfaat bagi kaum muslimin, kecuali kehinaan dan penderitaan.

Masalah Palestina dan Masjid Al-Aqsha bukanlah tanggung jawab bangsa Palestina saja atau bangsa Arab saja. Tidak boleh seorang pun bernegosiasi dalam hal ini. Masalah Palestina adalah kewajiban setiap muslim. Tantu bagi kaum muslimin yang berada di sekitar Palestina lebih ditekankan lagi kewajibanya.

Sesungguhnya yang paling ditakuti ummat yahudi hari ini adalah bangkitnya ruh Islam di kalangan kaum muslimin dan juga merebaknya semangat jihad dan cinta mati syahid di kalangan para pemuda Islam. Sebagaimana diungkapkan Ben Gorion dalam salah satu konfrensi zionis sedunia, “Kita tidak mengkhawatirkan sosialisme, revolusiisme ataupun demokratisasi di kawasan. Yang kita takutkan adalah Islam yang sudah tidur panjang yang kini mulai siuman.

Kelima, kita wajib menghilangkan cinta dunia dari hati-hati kita dan menetapkan bahwa kenikmatan akhirat adalah kenikmatan yang abadi selamanya (“Apa yang ada di diri kalian akan habis dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal. Dan pasti kami akan memberikan pahala bagi orang-orang sabar dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan).

Lihatlah bagaimana Shalahuddin al-Ayubi telah mencurahkan segala kesanggupanya dengan meninggalkan segala kesenangannya. Ia menghisasi dirinya dengan pakaian agama, memelihara panji agama Islam dan kaum muslimin. Ia tidak pernah merasakan nikmatnya istirahat hingga berjumpa dengan Tuhanya. Sebagaimana diungkapkan pengarang kitab Raudhatain fi Akhbari Daulatain, Salahahuddin seorang panglima yang memanggul batu-bata sendiri ketika ia membangun pagar al-Quds. Pengarang buku tersebut mengomentari, kalaupun aku melihat ia (Salahuddin) memanggul batu di pangkuanya, namun aku tahu sebenarnya ia memanggul gunung dalam fikirannya.

Ia akan mendapatkan kemenangan dengan izin Allah

Setelah diuji dengan harta dan anaknya

Kerajaan dzolim tidak kekal salamanya

Dia tidak akan tetap berdiri selain satu-satunya

Matahari akan muncul mengusir pekatnya malam

Terbitlah fajar di atas kemudahan dan kemegahan

Al-Quds akan kembali menghiasi setiap menara

Sebagaimana janji Allah yang mulia pemberi nikmat setiap hamba.

(asy)

Cara Menyelamatkan Al-Aqsha



Pertama, seluruh ummat Islam baik yang berada di Barat maupun di Timurnya mencari cara bagaimana menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan Palestina dari cengkraman musuh Allah Yahudi laknatullah.

Untuk merealisasikan cita-cita ini perlu perubahan mendasar dari kita masing-masing. Pertama dengan membebaskan peribadahan kita dari selain Allah dan dari berbagai macam bentuk kesyirikan menuju peribadahan kepada Allah yang satu.

Hal ini jelas perlu pada perubahan mendasar dengan membentuk pribadi muslim yang berakidah, menempatkan Allah sebagai satu-satunya yang harus diibadahi dalam dirinya dan membentuk yang lainya agar hanya beribadah pada khaliqnya.

Dengan dasar ini, akan terbentuklah generasi yang akan mendapatkan kemenangan atas yahudi yang bercokol di Baitul Maqdis. Dengan akidah ini maka akan memanggilah batu maupun kayu kepada pasukan Allah, “Wahai muslim, wahai Hamba Allah si yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemarilah !! bunuhlah ia !!

Jenis pendidikan yang konfrehensif seimbang berdasarkan aqidah yang bersih dari syirik, khurafat, bid’ah dan takhayul. Aqidah yang sesuai dengan al-Qur’an al-Sunnah al-Sahihah. Menyangkut aqidah, ibadah, wala, bara, syari’ah dan hukum, tanpa membeda-bedakan atau melupakan satu sama lainya.

Kedua, mencari format persatuan ummat Islam berdasarkan satu kata yaitu berdasarkan Kitabullah dan sunnah Rasulallah, memegang keduanya tanpa bercerai berai (…berpegang teguhlah kalian terhadap tali Allah dan janganlah bercerai-berai…) Dengan demikian, tidak akan mungkin tercipta persatuan melalui semangat nasionalisme arab. Karena semangat tersebut terhalang jurang yang dalam. Nasionalisme adalah suatu dakwah tanpa penerang atau jaminan pertolongan dari Allah.

Pada saat yang sama, Islam telah memberikan cara yang jitu mempersatukan masyarakat yang berlainan tempat dan jenisnya. Disatukan dalam satu kancah peleburan. Akhlak dan sifatnya dididik, maka terciptalah peradaban baru yang menyatukan antara timur dan barat. Rasa kebersamaan dan persatuan mereka melebihi apa yang diarasakan anak-anak negeri manapun.

Islam telah mengikat mereka dengan ikatan yang kokoh. Sebagaimana fiman Allah Ta’ala, “sesungguhnya orang-orang beriman adalah saudara”. Dan firmanNya, “Sesungguhnya ummat kalian adalah ummat yang satu, Aku lah tuhan kalian, maka beribadahlah padaku”. Demikian juga dengan hadits Rasulillah SAW. “Sesungguhnya keluarga bapak si pulan bukanlah wali-waliku. Sesunguhnya waliku adalah Allah dan orang-orang sholeh diantara kaum muslimin. Hanya saja mereka punya ikatan rahim (kekeluargaan).

Ikatan antara anak dan bapak digambarkan dalam al-Qur’an seperti ikatan antara Nuh Alaihi Salam dan anaknya Kan’an, pun tak menjamin ikatan persaudaraan. Ketika ikatan iman tidak ada dalam diri Kan’an, maka hilanglah ikatan keluarga. Firman Allah, “Sesungguhnya ia (Kan’an) bukan kaluargamu, karena ia beramal tidak shalih”

Demikian juga dengan Ibrahim Alaihi Salam dan bapaknya Azar. Ketika ikatan aqidah tidak ada, maka Al-Qur’an menggambarkanya dengan musuh Allah. FirmanNya, “Ketika telah jelas kepadanya bahwa ia (Azar) adalah musuh Allah, Ibrahim kemudian berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibarhim adalah hamba yang banyak berdo’a dan lemah lembut”.

Demikian juga dengan Abu Lahab, pamanya Nabi Muhammad SAW. dia termasuk golongan yang celaka, karena kekufuranya.

Namun, Bilal seorang Habsyi, Syuhaib bangsa Rum dan Salman al-Farisi bahkan disebut oleh Rasulallah sebagai keluarga Nabi. Mereka adalah anak bangsa terbaik ummat ini.

Demikianlah Islam menjadikan bangsa Arab, farsi (Iran), Kurdi, Turki, Barbar, India, China, Kirkuk dan yang lainya sebagai ummat yang satu, yang mempunyai satu sejarah, satu peradaban, satu hari raya dan satu bahasa agama.

Sejarah telah membuktikan, para raja yang mendiami wilayah Syam dan Baitul Maqdis, pada asalnya bukan dari bangsa Arab, tetapi dari bangsa Tartar. Namun mereka berperang dengan semangat Islam. Demikian juga dengan Shalahuddin al-Ayubi, seorang bangsa Kurdi, namun kearabanya terpelihara dan terjaga ketika ia menyerang tentara Salib. Islam yang ada pada dadanya yang telah mengalahkan kaum salibis… (bersambung…)

China Manfaatkan Muslim Hui untuk Wujudkan Ambisi Bisnisnya dengan Timur Tengah

Untuk mengambil hati para pengusaha Timur Tengah guna memperkuat hubungan bisnis di sektor perdagangan dan perminyakan, pemerintah China melonggarkan aturan-aturan ketat yang diterapkannya bagi warga Muslim.

Kelonggaran itu mulai dirasakan antara lain oleh sejumlah warga Muslim Hui di wilayah Tongxin, propinsi Ningxia. Kini mereka bisa lebih leluasa menjalankan ibadah bahkan bisa kembali membangun masjid-masjid yang hancur pada masa revolusi kebudayaan di wilayah itu.

"Ketika saya lulus sekolah menengah pada tahun 1986, situasinya sangat sulit. Sekarang, kebijakan keagamaan agak longgar. Kami bisa terus maju tanpa merasa ketakutan," kata seorang Muslimah Hui yang tidak mau disebut namanya, pemilik sebuah sekolah Islam khusus untuk anak-anak perempuan di Tongxin.

Muslim Hui berjumlah sekitar 10 juta jiwa dan menjadi mayoritas dari 20 juta total populasi warga Muslim di China.

Muslim Hui lainnya bernama Hai,25, kini setiap hari bisa sholat ke masjid di Beizing. "Tidak semua orang mau pergi ke masjid setiap hari, tapi keluarga kami selalu melakukannya. Dan sekarang makin banyak orang yang berani pergi ke masjid. Agama kami berkembang dengan cepat," ujar Hai, yang menolak menyebutkan nama lengkapnya.

Data resmi pemerintah China menyebutkan, dari 20 juta warga Muslim, kebanyakan tinggal di daerah Xinjian, Ningxia, Gansu dan Qinghai. Agama Islam masuk ke China lewat para pedagang Muslim di era Dinasti Tang. Bahkan ada sejumlah laporan sejarah yang menyebutkan bahwa utusan-utusan Nabi Muhammad saw pernah datang ke China.

Kemajuan lainnya yang dinikmati Muslim Hui adalah, mereka diizinkan untuk membangun sekolah-sekolah di wilayah-wilayah mereka.

"Kebijakan nasional kini terbuka dan sepanjang anda tidak melawan kebijakan keagamaan negara dan aturan-aturannya, anda bisa maju sebebas mungkin," kata pemilik sekolah tadi yang memiliki 68 siswi dan mayoritas siswi mengenakan hijab.

Kelonggaran yang diberikan pemerintah China pada sebagai warga minoritas Muslim ternyata punya tujuan lain. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari ambisi pemerintah China meningkatkan hubungan bisnis dengan negara-negara kayak minyak di Timur Tengah, yang notabene kebanyakan pengusahanya beragama Islam.

Namun kelonggaran itu tidak dirasakan oleh semua warga Muslim China, karena Muslim Uighur di wilayah Xinjiang, masih sering mendapat perlakuan keras dari pemerintah China.

Organisasi pemantau hak asasi manusia internasional, Human Right Watch dalam sejumlah laporannya menyebutkan bahwa pemerintah China banyak melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Muslim, khususnya Muslim Uighur di Xinjiang.

Mengomentari kelonggaran yang diberikan pada Muslim Hui, peneliti dari Human Rights Watch dan pakar Muslim China, Nicholas Bequelin mengatakan, "Hubungan dengan Muslim Hui menjadi alat yang dimanfaatkan China dalam diplomasi internasional."

China kini mulai mengalihkan perhatiannya ke Timur Tengah untuk memperkuat perekonomiannya. Hubungan dagang China dengan Arab Saudi diharapkan akan mencapai 20 milyar dollar pada tahun 2006, naik 30 persen dari tahun 2005.

Beizing juga berusaha memperkuat hubungannya dengan anggota Dewan Kerjasama Negara Teluk seperti Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.

"Hubungan China dengan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk diharapkan akan tumbuh dan meningkat dari perkiraan tahun 2005 yang mencapai 34 milyar dollar untuk bermacam-macam produk dan jasa," kata Rochdi Younsi, analis dari Eurasia Group untuk wilayah Afrika dan Timur Tengah, yang berbasis di London. (ln/iol)

Israel Larang 80% Penderita Kanker Berobat di Luar Ghaza

Kekejaman penjajah Zionis Israel atas bangsa Palestina, bukan hanya soal tembakan roket, tank dan peluru tajam yang membabi buta. Bukan hanya soal penghancuran rumah dan pembakaran lahan. Tapi kali ini adalah bukti kekejian penjajahan Israel yang tak kalah menyakitkan.

Menurut informasi Departemen Kesehatan Palestina bidang pengobatan darurat, DR. Muawiyah Hasanain, Israel telah melarang warga Palestina yang menderita kanker untuk mendapat pengobatan di luar Ghaza. Larangan itu hanya memiliki satu alasan, blokade utuh atas Palestina.

“Sejumlah orang yang menderita penyakit kanker cukup parah telah berusaha mendapat izin dari Israel untuk mendapat pengobatan yang lebih layak di luar Ghaza, tapi Israel menolak mengizinkan mereka,” ujar Hasanain.

Ia menambahkan, “Kurang lebih 80% pasien yang menderita kanker darah tidak diizinkan Israel mendapat pengobatan di luar. Israel hanya mengizinkan pasien yang sudah sangat parah sekali kondisinya untuk berobat di luar.”

Hasanain mengatakan, tentara Israel tetap melanjutkan larangan bagi para penderita sakit untuk bisa mengontrol kondisi kesehatan mereka di Palestina, lagi-lagi karena alasan blokade total yang dilakukan tentara Israel di Ghaza. Para pasien bahkan dilarang berobat di rumah sakit di sejumlah kota Palestina sendiri, seperti di Ramallah, Quds, Nablus, Al-Khalil. Larangan berobat ke luar wilayah itu dikenakan ekstra ketat kepada penderita penyakit mata, jantung, luka fisik, tulang dan penyakit menular.

Hasanain menambahkan, bahwa pasukan penjajah Israel juga melarang mobil ambulan yang membawa pasien sakit dan terluka, melintas. Mereka kerap menghentikan ambulan, melakukan pemeriksaan ketat, dan menanti di setiap perbatasan antar daerah sehingga ambulan tidak bisa keluar masuk. (na-str/pic)

Tuesday, November 28, 2006

Haneya Akan Mulai Lawatanya Hari Ini


COMES-Kantor perdana menteri Palestina hari Senin kemarin (27/11) menyatakan, Ismael Haneya akan memulai kunjunganya ke berbagai negeri tetangga guna menghimpun dukungan baik politik maupun dana.

Namun dinyatatakan, Haneya tidak akan melewati perlintasan Rafah, selama perlintasan tersebut tertutup bagi rakyat Palestina. Ia akan melewati perlintasan tersebut sebagai masyarrakat biasa, tidak mau memanfaatkan perlakuan khusus sebagai kepala Negara.

Menurut sumber tadi, Haneya akan meng mengunjungi beberapa Negara Arab dan Islam, seperti, Mesir, Saudi, Suriah, Lebanon, Qatar, Kuwait, dan Iran. Sementara itu yang akan mendampingi beliau dalam kunjunganya adalah, kepala kantor perdana menteri, DR. Muhammad al-Madhun dan Jubir pemerintahan DR. Ghazi Hamdi.

Di sisi lain, Haneya mengungkapkan kunjungan ini bertujuan menghimpun dukungan Negara-negara Arab atas sikap bangsa Palestina di tengah isolasi dan embargo terhadap rakyat dan pemerintahan. Kunjungan ini dilakukan semata-mata demi rakyat dan meningkatkan hubungan antara Palestina dan Negara-negara sahabat.

Kunjungan ini merupakan yang pertama dilakukan perdana menteri, sejak ia menjabat sebagai kepala pemerintahan. Sementara itu pejabat Palestina menyebutkan, bahwa perlintasan Rafah akan dibuka hari ini (Selasa 28/11).

Haneya menegaskan, hak minimal yang harus diperoleh bangsa Palestina adalah pendirian Negara di atas tanah jajahan 1967. Dalam pada itu, ia menolak pernyataan Ehud Olmert yang meminta Palestina mengikuti peta jalan damai yang dirancang Amerika serta tunduk kepada persyaratan Tim Kuartet.

Ia juga menegaskan pentinganya menghentikan permusuhan Israel di seluruh wilayah Palestina. Ia mendukung sikap faksi-faksi yang mengancam akan memuyarkan perjanjian gencatan senjata, jika Israel tetap melanjutkan aksinya di Tepi Barat. (pi/asy)

Faksi Palestina: Jika Israel Terus Membunuh, Gencatan Senjata Buyar!


COMES: -Kelompok bersenjata Naser Salahuddin, sayap militer Komite Perlawanan Rakyat Palestina, berjanji untuk membalas kesyahidan salah satu komandannya di Jenin, utara Tepi Barat, yang dibunuh oleh Zionis Israel pada pagi hari ini, Senin (27/11). “Cepat dan telak!” demikian tegas pernyataan kelompok itu setelah berkoordinasi dengan faksi-faksi perlawanannya lainnya.

Sebelumnya diberitakan, serdadu Zionis Israel telah membunuh Abdurraziq Bakr (22 tahun), salah satu komandan Naser Salahuddin, di daerah Qabateah, pinggiran Jenin. Ia dibunuh bersama wanita tua yang berusaha menolongnya ketika ia terluka tembak, dalam rangkaian serbuan yang dilancarkan serdadu Zionis Israel ke daerah itu.

Abu Mujahid, Juru Bucara Naser Salahuddin, dalam keterangan pers kepada Quds Press dan dilansir al markaz al filistini lil i'lam hari ini, Senin (27/11) pembunuhan terhadap Abu Bakr adalah pelanggaran jelas terhadap gencatan senjata yang baru saja diumumkan kemarin, Ahad (26/11). “Zionis Israel harus tahu benar bahwa darah para syuhada dan pejuang Palestina adalah sangat mahal bagi kami. Tidak seperti yang mereka sangka, darah itu murah,” tegas Abu Mujahid.

Juru bicara itu menegaskan bahwa pihaknya konsisten dengan gencatan senjata, “Tapi dengan syarat Zionis Israel harus menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza dan Tepi Barat.” Ia juga menjelaskan bahwa komitmen ini lahir dari konsistensi kelompoknya dengan kepentingan nasional Palestina.

Abu Mujahid mengisyaratkan bahwa dirinya hari ini, Senin (27/11) akan bertemu dengan semua faksi perlawanan Palestina membahas pelanggaran tersebut. “Kami akan sampaikan kepada mereka soal pembunuhan ini agar balasan itu dilakukan secara koleftif,” tandasnya sambil menambahkan bahwa gencatan senjata itu mencakup wilayah Tepi Barat juga, “Jika tidak, sewaktu-waktu gencatan senjata itu tak ada manfaatnya,” tambahnya penuh yakin.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa Abu Ubaedah, Juru Bicara Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas, juga mengingatkan jika pihak Zionis Israel melanggar gencatan senjata di Tepi Barat atau di Jalur Gaza, maka gencatan senjata itu akan sia-sia dan tak ada manfaatnya. (AMRais)

Israel Langgar Perjanjian, Bunuh 2 Warga di Jenin


COMES-Belum sehari berlalu kesepakatan gencatan senjata antara kelompok perlawanan dengan Israel, tiba-tiba dengan bengis dan biadab pasukan Israel membunuh dua warga Palestina di distrik Qabathiya Jenin (Gaza Utara).

Pagi tadi (Senin 27/11) pasukan Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan membunuh Abdurrazaq Abu Bakar (22 tahun) salah satu mujahid Brigade Nashriruddin, sayap militer Front Kerakyatan.

Pagi itu, sejumlah serdadu Israel mengepung rumah Abu Bakar dan sempat terjadi kontak senjata beberapa saat, hingga akhirnya mujahid tersebut meninggal syahid.

Ketika Fatimah Sharem Nazal (50 tahun) berusaha mengevakuasi korban, dengan bengisnya serdadu Israel menembak nenek 50 tahun tersebut hingga terjatuh bersimbah darah. Ia meninggal diperjalanan ketika dibawa ke rumah sakit negeri Jenin.

Sementara itu, menurut saksi mata dan sumber lokal, serdadu Israel menyerang distrik Qabatia dari berbagai penjuru. Lebih dari 30 kendaraan militer mengepung distrik tersebut. Mereka menghancurkan sejumlah rumah warga dan menjadikannya pos militer.

Sebelumnya faksi-faksi perlawanan Palestina menegaskan, gencatan senjata berlaku diseluruh wilayah Palestina, bukan terbatas di Jalur Gaza, dimana tempat peluncuran roket saja. Maka setiap pelanggaran di Tepi Barat akan mendapatkan pembalasan sebagaimana pelanggaran di Gaza. (pi/asy)

Menguak Cinta Rahasia Israel-Singapura (5)

Perjalanan Panjang Singapura menjadi "Singa" di Asia

Singapura yang pada zaman Singasari kita sebut sebagai Tumasik, adalah sebuah negara dengan luas, tak lebih besar dari Kabupaten Karawang, JawaBarat. Sebuah negara nir sumber daya alam dan kekayaan bumi. Sebuah negarayang benar-benar tak bisa menggantungkan kehidupannya dengan kekayaanalam. Sir Thomas Stamford Raffles pada awal abad 19,tepatnya 1819 mulai merintis "kehidupan" di Tumasik. Raffles yang tahu Tumasik secara geografis menjadi perlintasan dagang internasional mulai menyewanya dari seorang pangeran Melayu.

Tahun berjalan, zaman berganti. Pada tahun 1942 tentara Dai Nippon
mengalahkan sekutu di beberapa wilayah Asia, termasuk Indonesia, Malaysia,Kalimantan Utara (kini Brunei, red) dan juga Singapura. Peristiwa iniadalah salah satu kurun yang paling mengejutkan bagi Singapura yang sama sekali tak pernah menyangka Inggris kalah oleh tentara Matahari Terbit.

Jepang masuk ke Singapura pada 12 April 1942 dan mengganti namanya dengan Syonan, yang artinya Cahaya dari Selatan. Penamaan ini berkaitan pula dengan posisi strategis yang dimiliki Singapura. Sebuah pulau kecil yang nantinya akan menjadi negara dari selatan dan turut berperan besar dalam percaturan dunia. Mengapa Singapura diidentikkan sebagai selatan, sekedar informasi, karena memang selamanya penjajahan konon selalu datang dari utara. Coba saja perhatikan, dan sebagai tambahan bahan tentang Utara-Selatan ini bisa membaca novel Pramoedya Ananta Toer, Arus Balik.

Tapi Jepang tak lama-lama memegang kemenangan yang telah diraihnya. Setelah direbut kembali oleh Inggris, Singapura menjadi sebuah pulau tambang uang untuk melunasi utang-utang yang dimiliki Inggris. Tak hanya Singapura tepatnya, Malaysia dan Brunei pun terkeruk juga untuk melunasi utang yang diakibatkan perjanjian Lend
and Lease Act, perjanjian pembayaran biaya sewa alat-alat perang pada Amerika. Tentang hal itu bisa dibaca di buku The Genesis of Malaysia Konfrontasi: Brunei and Indonesia 1945 – 1965 karya Greg Poulgrain.

Roda zaman terus bergulir dan Singapura pun menjadi negara mandiri setelah melepaskan diri dengan Malaysia pada tahun 1965. Lee Kuan Yew menjadi The Founding Father of Republic Singapore. Negara yang hanya memiliki garis pantai 150.5 kilo meter ini pelan-pelan tapi pasti menjadi negara yang berbeda dengan negara-negara di Asia Tenggara umumnya. Baik secara demografis, maupun sejara finansial. Secara demografis, etnis Cina menjadi mayoritas di negara ini dengan jumlah kurang lebih 75 persen dari total penduduk 3 juta. Sisanya 25 persen dibagi-bagi beberapa etnis, Melayu, Tamil dan juga India. Secara finansial, karena tidak memiliki sumber daya alam satu pun, orientasi ekonomi Singapura sejak awal mengarah pada industri jasa. Profit oriented inilah yang membuat Singapura membuka dirinya bagi siapa saja, atau negara mana saja yang ingin menanamkan modal dan bekerjasama.

Singapura tidak salah dalam hal ini. Singapura harus menggunakan cara ini sebab ia beda dengan Brunei yang melimpah sumber daya dan kekayaan alamnya. Satu-satunya cara agar Singapura eksis sebagai negara adalah membuka dirinya dan membangun besar-besaran industri jasa. Dan hal itu berhasil, selain karena Singapura memang strategis di jalur pasar dunia, ada beberapa hal lain yang membuatnya menarik di mata Israel dan Amerika.

Ya, dua negara itulah yang masuk Singapura dengan membawa segudang kepentingan. Ditambah lagi Singapura memang terobsesi dan menjadikan Israel sebagai negara model yang akan ia tiru dalam bidang keamanan dan pertahanan. Singapura menjadikan Israel sebagai model percontohan di bidang keamanan dan Switzerland sebagai model di bidang ekonomi. Sebab, Singapura dan Israel nyaris sama dalam bidang yang satu ini. Israel adalah negara kecil (merebut tanah dan berusaha menjadi negara tepatnya) di tengah-tengah komunitas Arab Timur Tengah. Israel adalah masyarakat Yahudi
yang dikepung orang-orang Arab. Sedangkan Singapura merasa dirinya begitu pula, negara kecil dengan mayoritas etnis Cina yang hidup di kawasan Asia Tenggara dengan etnis mayoritas Melayu Muslim pula.

Di poin terakhir inilah (tentang mayoritas Muslim Melayu), kepentingan
Israel, Amerika dan Singapura bertemu, melakukan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan, saling memberi manfaat dan memanfaatkan.

Sebetulnya tak ada yang salah jika Singapura mengeruk keuntungan darikerjasamanya dengan Israel dan Amerika. Negara harus tetap berjalan, danuntuk itu diperlukan biaya yang tidak ringan. Semua kemungkinan capital investment harus digali, dan lebih lanjut dimanfaatkan, dan yang mempunyai peran besar dalam hal ini adalah Israel dan Amerika.

Memang tak ada yang salah, selama proses dan pencapaian tidak
mengorbankan, melindas, melibas dan melakukan intrik politik yang tidak sehat. Tapi dalam kasus ini tampaknya memang ada yang salah. Dalam masa-masa kemerdekaan Indonesia, nama Singapura bukan barang baru dalam kosakata intelijen internasional, terutama intelijen Amerika dan Inggris. Lewat Singapura beberapa rencana menghalangi Indonesia merdeka pernah dirilis oleh Kerajaan Inggris.

Saat Republik Indonesia baru seumur jagung, beberapa aspirasi yang tak terakomodasi menjelma menjadi sebuah pemberontakan, baik dari tubuh yang menamakan diri kelompok nasionalis, komunis sosialis, maupun dari kekuatan Islam. Dan salah satu yang menonjol adalah PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera pada tahun 1958. Sebelumnya, letupan-letupan kecil yang menjadi embrio pemberontakan telah nampak dengan terbentuknya berbagai dewan, di Sumatera khususnya. Ada Dewan Gajah di Sumatera Utara, Dewan Banteng di Sumatera Barat, Dewan Garuda di Sumatera Selatan, dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara. Ahmad Husein, Maludin Simbolon, Barlian dan Sumual adalah tokoh-tokoh dari berbagai dewan tersebut.

Riak-riak aspirasi yang tak terakomodasi ini kemudian menjelma menjadi gelombang besar, salah satunya adalah –dan ini yang paling dominan—karena pihak luar yang tak menginginkan Indonesia merdeka bermain, membantu membesarkan riak yang kecil baik dengan dana, senjata dan juga informasi-informasi intelijen dan strategi. Dalam sebuah buku yang terbit di London, pada tahun 1961 yang berjudul Rebels in Paradise: Indonesia Civil War, James Mossman menulis, “Bukan rahasia lagi bahwa Inggris dan Amerika Serikat selalu berhubungan dengan kaum pemberontak. Inggris melakukan kontak lewat agennya di Singapura dan Malaysia, dan Amerikalewat Formosa dan Manila.”

Bahkan tak hanya menyokong kaum pemberontak, Amerika dan Inggris khususnya melakukan provokasi terbuka di beberapa wilayah Indonesia bagian timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia yang bekas koloni mereka. Dalam buku The Genesis of Malaysia Konfrontasi: Brunei and Indonesia 1945 – 1965 karya Greg Poulgrain Anda akan menemui banyak data yang saya kutip serba sedikit dalam paragrap ini. Inggris tak mau kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia mempengaruhi negara-negara jajahannya yang berbatasan
langsung dengan Indonesia seperti Malaysia, Singapura dan juga Brunei. Sebab, jika di ketiga negara ini kemerdekaan Indonesia menjadi inspirasi, rakyat akan menuntut kemerdekaan yang sama dan jelas ini sama artinya Inggris akan kehilangan tambang uang. Karena tak rela kehilangan tambang uang inilah Inggris melakukan beberapa provokasi langsung di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Riau. Pada tahun 1964 saja tercatat 213 provokasi yang dilancarkan pihak Inggris di beberapa wilayah tersebut di atas.

Tentang keterlibatan Singapura, Audrey R. Kahin dan George McTurnan Kahin dalam Subversion as Foreign Policy, The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia menyebut Singapura sebagai sentral kendali di Asia Tenggara. “Singapura juga salah satu pusat pengendalian kekuasaan regional baik dengan intelijen maupun dengan pemasokan senjata dan serdadu.”

Waktu berjalan lagi, komunis tak mendapat tempat di Indonesia dan Islam meski tidak secara politis menguat dengan signifikan dan menjadi mayoritas dari tahun ke tahun. Konstalasi foreign relation yang tadinya Inggris, Amerika, dan Singapura pun berganti menjadi Amerika, Israel dan Singapura. Apalagi setelah Israel terlibat aktif dan sangat dalam pada pembentukan sistem pertahanan dan pasukan bersenjata milik Singapura. Maka tak berlebihan jika ada yang menyebutkan bahwa Singapura, sejatinya adalah satelit, bahkan kepanjangan tangan Israel di Asia Tenggara. (selesai)

Warga Muslim Inggris Diminta Dukung Pembangunan Masjid oleh Jamaah Tabligh

Pemuka agama Islam di Inggris menyatakan mendukung penuh rencana Jamaah-Tabligh mendirikan sebuah masjid agung di samping Olympic Park, London Timur. Sementara sejumlah warga Muslim menolak rencana itu dengan alasan kelompok Jamaah Tabligh menyebarkan ajaran kekerasan dan ekstrimisme.

Majalah Times yang terbit Senin (27/11) menulis, sekitar 2.500 warga Muslim membuat petisi menentang rencana pembangunan masjid oleh Jamaah Tabligh dengan alasan di atas.

Pemuka Muslim di Inggris, mantan ketua Muslim Council of Britain (MCB), Sir Iqbal Sacranie menilai petisi itu hanya upaya untuk memecah belah warga Muslim Inggris yang jumlahnya hingga saat ini mencapai 1,8 juta orang.

"Masjid merupakan institusi yang penting untuk memberikan pendidikan bagi umat dan untuk melaksanakan fungsinya," kata Sacranie.

Seorang dokter yang juga tokoh Muslim terkenal di Inggris, Dr. Abdul Majid Oatma, menyerukan warga Muslim lainnya untuk membuat petisi tandingan yang mendukung pembangunan masjid oleh Jamaah Tabligh.

"Kami akan menarik puluhan ribu pendukung pembangunan masjid. Kami menyerukan warga Muslim mempublikasikan petisi tandingan secara besaran-besaran di surat-surat kabar," katanya seperti dikutip dari Islamonline.

Dukungan atas pembangunan masjid itu juga disampaikan mantan ketua Muslim Association of Britain (MAB), Anas Al-Tikriti. "Kalau saya punya dana dan izin untuk mendirikan masjid yang bisa menampung satu juta orang. Saya akan melakukannya," ujar Anas.

Ia mengatakan, warga Muslim di Inggris harus berusaha keras agar pada tahun 2012 nanti bisa membangun sebuah masjid di London Olympics, yang bisa menampung warga Muslim dalam jumlah besar dari seluruh dunia.

Konstruksi bangunan masjid Jamaah Tabligh dibuat oleh sejumlah arsitek terkenal. Komplek masjid itu akan memiliki sebuah taman, sekolah dan aula sholat yang mampu menampung puluhan ribu jamaah.

Pembangunan masjid itu berdasarkan sebuah memorandum kesepakatan antara Jamaah Tablihg dan Newham Council pada tahun 2001 yang isinya antara lain "secara prinsip tidak keberatan atas pembangunan masjid baru yang berkualitas tinggi."

Sementara itu, para pemuka Islam di Inggris juga membantah tuduhan bahwa Jamaah Tabligh menyebarkan ajaran ekstrim dan kekerasan.

Sir Sacranie mengatakan, tidak ada bukti kuat kelompok itu mendukung terorisme atau Al-Qaidah. Jamaah Tabligh, kata Sacranie, cuma gerakan keagamaan dan termasuk kelompok Muslim yang berkembang cepat di Inggris.

Tikriti menilai tuduhan itu sangat aneh. "Semua orang tahu bahwa Jamaah Tabligh adalah kelompok yang damai, anti kekerasan dan menjauhkan diri dari politik," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa Jamaah Tabligh dikenal dengan sikapnya yang ramah, tenang dan menyebarkan syiar Islam dengan cara yang halus.

Ia menduga sikap penentangan terhadap Jamaah Tabligh, akibat pengaruh media massa, rasa takut dan meningkatnya Islamofobia di Inggris. (ln/iol)

Tuesday, November 21, 2006

Misyal dan Qorei Bertemu, Persatuan Palestina Makin Gemilang


Damaskus – Ketua Biro politik Hamas, Khalid Misyal menegaskan harapannya terhadap pembentukan pemerintahan nasional Palestina karena antara Hamas dan Fatah sudah menemukan kesepakatan prinsip-prinsip dasarnya.

Yang tersisa hanya penerapan yang bersifat detailnya dan pengawasan terhadap jaminan politik. Pernyataan ini disampaikan oleh Misyal dalam konferensi pers yang digelar bersama mantan perdana menteri Palestina dan anggota DPP Fatah, Ahmad Qorei malam kemarin di Damaskus, Suriah.

Musyarah untuk kesepahaman

Misyal menilai bahwa pertemuannya dengan Ahmad Qorei merupakan pengikat antara dua gerakan Hamas dan Fatah dan untuk melanjutkan upaya yang sudah dilakukan selama berminggu-minggu di luar dan dalam negeri. Dialog-dialog mendetail yang dilakukan Jalur Gaza dan Tepi Barat bertujuan mencapai kesepahaman soal pembenahan pemerintahan Palestina terutama soal pemerintah persatuan dan rekontruksi PLO. Mishal menyebut bahwa suasana pertemuan sangat positif.

Mishal mengisyaratkan bahwa selama pertemuan juga dikontak presiden Mahmod Abbas juga kontak dengan rekan di Hamas dan Fatah. Kontak ini bertujuan untuk mendekatkan sikap dan mematangkan langkah-langkah menyempurnakan proyek pemerintahan persatuan.

Mishal: Kami ingin sempurnakan kesepahaman

Dalam pertemuan tersebut Mihsal menolak menyinggung detail-detail pembahasan soal pembentukan pemerintah persatuan. Pihak Hamas ingin menyempurnakan kesepahaman kemudian diumumkan kepada rakyat Palestina. Ia menambahkan, proyek pembentukan persatuan bertujuan membebaskan rakyat dari embargo sehingga terbuka halaman baru dan rakyat Palestina menjadi ringan dari penderitaannya. Setelah dikukuhkan front internal kita akan berkonsentrasi dalam pembangunan nasional untuk memecahkan masalah Al Quds, masalah tembok, masalah permukiman yahudi, hak kembali rakyat Palestina, masalah PLO, menghadapi penjajahan Israel dan menghapusnya dari bumi Palestina.

Menjawab kemungkinan Hamas akan masuk ke PLO, Mishal menegaskan, dirinya dan saudara Ahmad Qorei sepakat masalah ini untuk membahas kembali detail-detailnya dalam waktu dekat.

Soal tuntutan sebagian dunia internasional agar Hamas mengakui Israel dan kesepakatan Israel dengan pemerintah seblumnya dengan Israel, Mishal menjawab, dirinya yakin Hamas sudah memutuskan tanpa ragu untuk menolaknya dan seharusnya dunia internasional menghormatinya.

Qorei: Pertemuan yang positif dan membangun

Sementara itu, Ahmad Qorei menyebut pertemuannya dengan Mishal sangat positif dan membangun dan pemerintah nasional Palestina bersatu akan segera terwujud dalam waktu dekat. Bahkan embargo dan isolasi rakyat Palestina akan terlepas serta penjajahan Israel akan terhapus. Ia juga mengajak akan serius mengaktifkan PLO dan mengembangkannya. (atb)

Al-Qossam Janji Akan Balas Semua Kebiadaban Israel


COMES-Brigade Al-Qosaam sayap militer gerakan Hamas berjanji akan meningkatkan seranganya ke wilayah Israel, sebagai balasan atas pembantaian mereka di Beth Hanon yang menewaskan puluhan wanita dan anak-anak.

Dalam pernyataan persnya kemarin (19/11) kepada pusat info Palestina, pimpinan al-Qossam menegaskan, roket-roket al-Qossam akan terus menggempur sederot. Ia menyatakan serangan ini dalam rangka balasan terhadap kebiadaban Israel membantai rakyat Palestina.

Al-Qossam menambahkan, roket-roket itu membawa misi pesan kepada Israel, bahwa kami tidak akan pernah diam terhadap pembantaian tersebut. Kami akan terus melanjutkan serangan balasan atas semua tindak kejahatan Israel. Ia melanjutkan, rumah-rumah para penjajah itu tidak akan pernah merasakan aman. Kami akan menghancurkan rumah-rumah mereka seperti mereka telah menghancurkan rumah-rumah kami. Kami akan memerangi mereka sebagaimana mereka telah membantai kami.

Masih dalam surat keteranganya, Al-Qossam berjanji akan membalas setiap pembantaian yang dilakukan Israel pada waktu dan tempat yang tepat. Ia mengingatkan Israel bahwa semua faksi perlawanan akan meningkatkan serangan roketnya ke wilayah Israel, terutama wilayah permukiman Sederot. (pi/asy)

Haneya Kecewa Kaputusan Para Menlu Tidak Terbukti


COMES-Perdana menteri Palestina, Ismael Haneya mengungkapkan kekecewaanya atas tidak terlaksananya hasil keputusan menteri-menteri luar negeri Arab yang akan membebaskan embargo rakyat Palestina. Ia menyerukan semua bangsa Arab dan Islam bergerak sesegera mungkin melindungi rakyat dari kejahatan Israel.

Haneya menyebutkan, para menlu Arab telah membuat keputusan untuk membebaskan rakyat Palestina dari embargo. Namun hingga kini keputusan tersebut, belum terlaksana di lapangan, mungkin disebabkan tekanan dari Amerika. Pada saat yang sama kami berusaha untuk menghilangkan penderitaan ini serta berusaha menghantikan perlawanan.

Hingga kini bank-bank Arab maupun non Arab belum menunjukan aktivitas sesuai dengan hasil keputusan tersebut. Haneya menghimbau keputusan tersebut secepatnya dilaksanakan.

Sebelumnya para menlu Arab mengadakan pertemuan di Kairo Mesir membahas agresai Israel di Beth Hanon yang menewaskan puluhan orang yang kebanyakannya wanita dan anak-anak. Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai penntingnya membebaskan rakyat Palestina dari embargo internasional. (pi/asy)

Barghutsi : Jika Embrago Tetap, Pemerintahan Pun Tak Akan Berubah


COMES-Wakil Ketua Dewan Parlemen Palestina, DR. Mustafa Barghutsi menegaskan, inisisatif nasional dengan membentuk pemerintahan persatuan, dilakukan untuk membebaskan rakyat Palestina dari embargo internasional.

Jika embargo tetap berlangsung, maka pemerintahan pun tetap, tidak akan dirubah, artinya Ismael Haneya masih tetap menjabat sebagai perdana menteri.

Pernyataan ini diungkapkan al-Barghutsi pada hari Ahad kemarin (19/11) di Gaza. Ia mengatakan, pembicaraan mengenai susunan pemerintahan persatuan tetap berlangsung dan akan selesai dalam waktu dekat. Ia menegaskan, akhir bulan ini adalah batas waktu yang dijanjikan Mahmud Abbas untuk mengumumkan susunan pemerintahan yang baru.

Barghutsi menegaskan, pembentukan pemerintahan baru Palestina ini dilakukan dalam rangka membebaskan rakyat Palestina dari embargo ekonomi dan politik internasional. Jika tujuan ini tidak tercapai, maka tidak ada perlunya kita membentuk pemerintahan baru. Dengan demikian maka pemerintahan akan tetap seperti sekarang.

Dalam pada itu, Barghutsi meminta masayarakat dunia untuk menghormati pilihan rakyat Palestina. Yang diinginkan oleh para pemimpin Palestina adalah mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.

Sementara itu, menlu Palestina, DR. Mahmud Zehar sebelumnya menegaskan, jika eambargo terhadap rakyat masih tetap berlangsung maka pemerintahan baru tidak akan dibentuk. Susunan pemerintahan akan tetap seprti semula.

Zehar mengisyaratkan, inilah syarat yang diajukan gerakan Hamas dalam pembicaraan susunan pemerintahan persatuan nasional. Tujuanya jelas, ingin membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Disamping memperbaiki kondisi dalam negeri dari sisi politik maupun keamanan, ungkapnya. (pi/asy)